wajib tahu!!!!syarat mengajukan gugatan cerai

Pernikahan/perkawinan ialah hal yang sakral dalam kehidupan untuk dua insan manusia yaitu suami istri sehingga kesakralan tersebut hendaknya wajib untuk dijaga.tetapi dalam pernikahan/perkawinan tersebut telah tejadi banyak alasan sehingga terjadinya gejolak dalam rumah tangga tersebut, dan alasan gejolak tersebut ada beberapa alasan yaitu ekonomi,kekerasan dalam rumah tangga,perselingkuhan dan sebagainya sampai pada akhirnya pernikahan/perkawinan tersebut tidak bisa dipertahanin dan pada akhirnya terjadinya perceraian yang harus ditempuh.

Pengertian cerai ialah berakhirnya pernikahan antara suami dan istri. Suami atau istri dapat mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Ketika kasus ditangani pengadilan, untuk mencapai ketuk palu cerai, ada tahapan-tahapannya. Harus melalui tahap mediasi dulu, menghadirkan saksi-saksi di persidangan, dan jika alasan pisah diterima, maka pengadilan akan mengabulkan gugatan tersebut.dan perceraian inni diatur dengan UU NO 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jadi teman2 bisa membaca undang-undang tersebut.

Suami atau istri dalam mengajukan proses perceraian tersebut banyak kendala salah satunya tidak tahunya proses atau syarat untuk mengajukan perceraian tersebut supaya berjalan dengan cepat dan ribet.

Berikut syarat utama dan proses  mengajukan gugatan cerai : 

  1. . Menyiapkan Dokumen yang DibutuhkanDokumen-dokumen yang perlu Anda siapkan dalam pengajuan gugatan cerai cukup banyak, meliputi:
    • Surat nikah asli
    • Fotokopi surat nikah
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari penggugat
    • Surat keterangan dari kelurahan
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
    • Fotokopi akte kelahiran anak (jika memiliki anak)
    • Meterai

    Nah jika ingin menggugat harta gono gini atau harta milik bersama, siapkan pula berkas-berkas, seperti surat sertifikat tanah, surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB dan STNK), dan dokumen harta lainnya.

    2. Mendaftarkan Gugatan Cerai ke Pengadilan

    Setelah menyiapkan kelengkapan dokumen, Anda dapat pergi mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri. Mendaftarkan gugatan cerai harus ke pengadilan di wilayah kediaman pihak tergugat. Jika istri akan menggugat cerai suami, maka istri harus mengajukan gugatan tersebut di pengadilan tempat suami.

    3. Membuat Surat Gugatan

    Begitu tiba di pengadilan, Anda bisa langsung menuju pusat bantuan hukum di pengadilan guna membuat surat gugatan. Surat gugatan cerai ini harus mencantumkan alasan menggugat cerai. Alasan gugatan cerai harus dapat diterima pengadilan, seperti ada unsur penganiayaan, penelantaran, kekerasan, pertengkaran terus menerus, dan alasan lainnya.  

    4. Menyiapkan Biaya Perceraian

    Biaya selama masa sidang cerai wajib dibayar pihak yang mengajukan gugatan cerai. Biaya-biaya tersebut, antara lain biaya pendaftaran, biaya meterai, biaya proses (ATK), biaya redaksi, dan biaya panggilan sidang. Biaya yang dikeluarkan selama proses sidang perceraian tergantung dari kedua belah pihak yang bercerai. Kalau salah satu pihak tidak pernah menanggapi surat panggilan persidangan, maka pihak pengadilan berhak membebankan biaya yang lebih besar. Tapi, hal ini kembali lagi tergantung pada jumlah ketidakhadiran pihak yang bercerai.

    5. Mengetahui Tata Cara dan Proses Persidangan

    Saat proses persidangan berjalan, kedua belah pihak harus menghadiri persidangan untuk mengikuti mediasi. Dengan adanya mediasi, diharapkan kedua belah pihak bisa berdamai dan menarik gugatannya. Akan tetapi, kalau keputusan untuk bercerai sudah bulat, maka akan dilanjutkan dengan pembacaan surat gugat perceraian.

    Jika pihak tergugat tidak pernah memenuhi panggilan dari pihak pengadilan untuk mengikuti sidang, maka pihak pengadilan dapat membuat amar putusan yang berisi pemutusan sah antara suami dan istri.

    Amar putusan ini kemudian akan dikirimkan kepada pihak tergugat sebagai bukti kalau pernikahan sudah berakhir. Apabila pihak yang tergugat sama sekali tidak memberi tanggapan mengenai amar putusan, maka pihak pengadilan berhak membuat surat akta cerai.

    6. Menyiapkan Saksi 

    Gugatan perceraian dapat berjalan lancar jika pihak penggugat memberikan alasan yang jelas terkait pengajuan gugatan cerai. Alasan ini juga akan disampaikan di pengadilan, termasuk menghadirkan saksi-saksi yang dapat memperkuat alasan perceraian. Saksi-saksi tersebut bakal dihadirkan saat sidang perceraian.

    Jika Anda masih bingung, tidak mau ribet mengurus sendiri gugatan cerai, Anda bisa menyewa jasa pengacara yang akan melancarkan semua masalah perceraian Anda. Dengan adanya pengacara, Anda setidaknya sudah memiliki shield untuk melindungi diri dari adanya ancaman yang datang dari pasangan secara tiba-tiba.

    Dari semua langkah diatas bisa ikuti intruksi dari Pengadilan Agama atau datang ke POSBAKUM dimana anda mengjukan guagatan cerai.

    Selengkap apapun dokumen perceraian yang Anda serahkan ke pengadilan, tetap tidak akan berguna jika Anda tidak mengikuti seluruh instruksi dari pengadilan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, ikuti seluruh instruksi pengadilan dan selalu memenuhi panggilan sidang, apalagi jika Anda sebagai penggugat.

    @AH 

Bagikan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *