Kelalaiaan kreditor dalam mendapatkan pelunasan hutang!!!

Kelalaian kreditor dalam hal mendapaatkan pelunasan hutang yang mengadakan perjanjian adalah hal yang sering terjadi yaitu lupa memasukan klausa Jaminan dalam suatu perjanjiannya.Maka dari itu kami berusaha memberikan sedikit pencerahan hukum dalam mengatasi  daalam pelunasan hutan untuk kreditor. Jaminan akan berguna, jika debitor lalai melaksanakan kewajiban, maka jaminan dijadikan untuk menyelamatkan Kreditor.


Lantas bagaimana memastikan dan penekanan dalam memproteksi  Kreditor apabila lalai memasukkan klasula jaminan dalam perjanjian?

Pasal 1131 Kitab Undang – Undang Perdata (KUHPer) menyatakan :
“Segala barang-barang bergerak dan tak bergerak milik debitur, baik yang sudah ada maupun yang akan ada, menjadi jaminan untuk perikatan-perikatan perorangan debitur itu.”

Jadi, menurut hukum seluruh harta debitor menjadi jaminan bagi Pelunasan Utang terhadap Kreditor.
Agar Pasal 1131 KUHPer dapat ditegakkan, maka Kreditor dapat mengajukan gugatan Wanprestasi terhadap Debitor melalui Pengadilan.


Dalam Gugatan Wanprestasi mesti memuat permintaan pada Pengadilan agar dilakukan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap harta benda milik debitor.

Permintaan sita jaminan bertujuan, apabila saat putusan telah berkekuatan hukum tetap, nyatanya debitor tetap lalai untuk melunasi utang, maka harta benda yang telah dilakukan sita jaminan, dapat dilelang untuk Pelunasan Utang pada Kreditor.

Demikian sepenggal ulasan sedikit membantu kreditur unutk mendapatkan pelunasan hutang.


terimakasih

Bagikan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *