Banyak Yang Tidak Tahu!!!!Perbedaan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dalam KUHP???!!!

Tindak pidana penggelapan dan penipuan telah diatur daalam KitaB Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan ada dipasal berbeda. disini kami coba rangkum dan jelaskan :




  1. Penggelapan.  

Delik Pidana Penggelapan diatur dalam pasal 372 KUHP. Yang termasuk Penggelapan adalah perbuatan mengambil barang milik orang lain sebagian atau seluruhnya) di mana penguasaan atas barang itu sudah ada pada pelaku, tapi penguasaan itu terjadi secara sah. penguasaan yang dimaksud adalah penguasaan suatu barang oleh pelaku terjadi karena pemiliknya menitipkan barang tersebut dan atau penguasaan barang oleh pelaku terjadi karena tugas atau jabatannya, contoh tempat penitipan barang.Penggelapan mempuyai tujuan yaitu memiliki barang atau uang yang ada dalam penguasannya yang mana barang/ uang tersebut pada dasarnya adalah milik orang lain.

Unsur-unsur subyektif delik dan obyektif delik dalam penerapan pasal 372 KUHP tentang Penggelapan :


  1. Unsur Subyektif Delik : ‘Berupa kesengajaan petaku untuk menggelapkan barang milik orang lain yang dirumuskan dalam pasal undang-undang melalui kata : “dengan sengaja”;
  2. Unsur Obyektif Delik  : a).  Unsur barang siapa; b). Unsur menguasai secara melawan hukum; c). Unsur suatu benda; d). Unsur sebagian atau seluruhnya milik orang lain; dan, e). Unsur benda tersebut ada padanya bukan karena kejahatan.

Jadi untuk dapat menyatakan seseorang sebagai pelaku penggelapan, Majelis Hakim Pengadilan pun harus melakukan pemeriksaan dan membuktikan secara sah dan meyakinkan, apakah benar pada diri dan perbuatan orang tersebut telah terbukti unsur-unsur tindak pidana penggelapan baik berupa unsur subyektif maupun unsur obyektifnya.

2. Penipuan 




Delik pidana Penipuan diatur dalam pasal 378 KUHP. Yaitu dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

Unsur-unsur subyektif delik dan obyektif delik dalam penerapan pasal 378 KUHP tentang Penipuan :

  1.  Unsur Subyektif Delik berupa kesengajaan pelaku untuk menipu orang lain yang dirumuskan dalam pasal undang-undang dengan kata-kata : “dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau arang lain secara melawan hukum”; dan
  2. Unsur Oyektif Delik yang terdiri atas : (a) Unsur barang siapa; (b) Unsur menggerakkan orang lain agar orang lain tersebut menyerahkan suatu benda / memberi hutang / menghapuskan piutang; dan (c) Unsur cara menggerakkan orang lain yakni dengan memakai nama palsu / martabat atau sifat palsu / tipu muslihat / rangkaian kebohongan.




Jadi untuk dapat menyatakan seseorang sebagai pelaku kejahatan penipuan, Majelis Hakim Pengadilan harus melakukan pemeriksaan dan membuktikan secara sah dan meyakinkan apakah benar pada diri dan perbuatan orang tersebut telah terbukti unsur-unsur tindak pidana penipuan baik unsur subyektif maupun unsur obyektifnya.

Kesimpulan dari perbedaan dari penggelapan dan penipuan dilihat dari obyek dan tujuannya, penipuan lebih luas dari penggelapan. Jika penggelapan terbatas pada barang atau uang, penipuan termasuk juga untuk memberikan hutang maupun menghapus piutang dan dalam perkara tertentu penggelapan dan penipuan sulit untuk dibedakan.




Contoh kasus : Si A hendak menjual mobil miliknya. Mengetahui hal tersebut B menyatakan kepada A bahwa ia bisa menjualkan mobil A ke pihak ketiga. Setelah A menyetujui tawaran B, kemudian ternyata mobil tersebut hilang.

Dilihat dari contoh kasus diatas maka peristiwa tersebut dapat dikategorikan penipuan namun dapat juga merupakan penggelapan. Termasuk sebagai penipuan jika memang sejak awal B tidak berniat untuk menjualkan mobil A, namun memang hendak membawa kabur mobil tersebut. Termasuk sebagai penggelapan jika pada awalnya memang B berniat untuk melaksanakan penawarannya, namun di tengah perjalanan B berubah niat dan membawa kabur mobil A.




Salam.AH

Bagikan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *