Perbedaan Surat Perjanjian dan Surat Pernyataan?????

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering di tunjukan dan bahkan di sodorkan suatu surat, adapun surat yang dimaksud bisa berupa surat perjanjian atau surat pernyataan. maka dari itu apakah kita mengerti apa perbedaan antara kedua surat tersebut yaitu surat perjanjian dan surat pernyataan ? apakah kita menganggap kedua surat tersebut adalah surat yang sama?




Mari kita simak ulasan perihal pengertin dari surat perjanjian dan surat pernyataan.

A. SURAT PERJANJIAN

Surat Perjanjian yaitu, surat yang isinya kesepakatan atau perjanjian tertulis antara dua belah pihak mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak yang saling mengikatkan diri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Secara umum, surat perjanjian dibagi menjadi dua macam.

  • Surat Perjanjian Autentik, yaitu surat perjanjian yang dibuat dan dihadiri/diketahui pejabat pemerintah /notaris sebagai saksi.
  • Surat Perjanjian di Bawah Tangan, yaitu surat perjanjian yang dibuat tanpa adanya saksi dari pejabat pemerintah /notaris.




Surat ini berfungsi sebagai bukti otentik bahwa pihak-pihak tertentu telah melakukan perjanjian atau kesepakatan. Surat perjanjian juga menjadi dasar dalam melaksanakan hal-hal yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang membuat perjanjian. Surat perjanjian dapat dijadikan acuan ketika menggugat seseorang yang melanggar kesepakatan yang telah dibuat di dalam surat perjanjian tersebut.




Jadi, surat perjanjian juga berguna untuk.

  • Menciptakan rasa tenang bagi pihak-pihak yang bersepakat, karena ada kepastian di dalam surat perjanjian.
  • Mengetahui dengan jelas mengenai hak dan kewajiban para pihak.
  • Menghindari sengketa dan perselisihan yang mungkin akan timbul.
  • Sebagai panduan dalam menyelesaikan sengketa atau perselisihan yang mungkin timbul.

Mengenai syarat sah surat perjanjian diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, terdapat 4 (empat) syarat sahnya perjanjian. yaitu 1 ). Syarat subjektif yg terdiri dari kesepakatan dan kecakapan para pihak. 2). Syarat objektif yang terdiri dari adanya objek tertentu dan sebab yang halal.




Sebagai contoh surat perjanjian bisa berupa Surat Perjanjian Jual-Beli, sewa menyewa, perjanjian kerja, perjanjian meminjam utang.

B. SURAT PERNYATAAN

Surat pernyataan atau bisa disebut surat pengakuan adalah sebuah surat yang berisi penjelasan tertulis tentang situasi atau kondisi seseorang yang membuat mereka berhalangan hadir atau menyelesaikan sebuah tanggung jawab. Surat pernyataan dibuat dengan maksud untuk memberikan keterangan tentang suatu hal yang penting.




Surat pernyataan termasuk salah satu bentuk dokumen yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. Surat ini merupakan akta di bawah tangan.

Berdasarkan jenisnya, secara umum surat pernyataan biasanya dibedakan menjadi 4 macam yaitu, Surat Pernyataan Diri, Hutang, Kesanggupan, dan Kerja. Surat pernyataan juga memiliki fungsi umum yang ditujukan untuk Pihak Pembuat, Pihak Penerima, dan juga Pihak yang dinyatakan dalam Surat Pernyataan. 




Maka dapat disimpulkan yang  menjadi pembeda utama antara surat perjanjian dan surat pernyataan adalah fungsi dari suratnya, kemudian dalam surat perjanjian pasti ada dua pihak atau lebih yang melakukannya, sedangkan surat pernyataan hanyalah sepihak.

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat. Salam

@AH

 

Bagikan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *